Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Senin, 27 Juni 2011

Birahi batu lompatan menuju Arasy

tiada rasa melebihi birahi
tiada nikmat yang indah selezat sexual
itulah kata-kata nafsu menjerat rasa
terjebak dalam lumpur kehinaan

asalnya adalah halal
datang hukum membatasi geraknya
liar meragahi seluruh lembaga adam
menjadi musuh terasa nan samar

nisya'i jadi tawaran dari khaliq
mahluk berperang melawan kehendak bebas
kobaran perang badar tidak sebanding
tampak samar namun bukti ketangguhan sebagai musuh

tercipta berpasangan
kelola kehendak supaya manut pada tuan diri
birahi mengikat bak kenikmatan
namun hakikinya hanya ilusi nafsu

skali lagi, nisya'i mendorong diri menjadi takwa
akad nikah menjadi kunci borgol birahi
puasa membunuh tuan nafsu dalam lembaga adam
membawa diri menuju khalik

birahi terbunuh, sebagai capaian badan
kehendak tersalur pada ilahi,sebagai sasaran
mengenal allah denganmencari pencipta maha rasa
karena hakikinya indahnya birahi tak lebih indah dari penciptanya
itulah birahi, dijadikan batu pijakan melompat ke arasy illah
hingga cinta bersemaam dalam hati sanubari

(ary Toteles, 29-juny - 2011)

Minggu, 26 Juni 2011

PACTH ADAMS

PACTH ADAMS
Film ini adalah kisah nyata “hunter adams” seorang dokter di amerika. pertentanagn antara kemanusiaan dengan ego, materi , serta budaya manusia. betapa rendahnya manusia yang menghamba kepada uang , hingga rasio pun kalah dengan ego keilmuan. ini merupakan salah satu tindakan pendistorsian makna dan hakikat kebedaraan ilmu pengetahuan. Akses kesehatan yang dipersulit dengan berbagai procedural dan administrasi rumah sakitserta memperlakukan pasien tidak selayaknya manusia. Pacth adams merasa tidak nyaman dengan perilaku dokter serta melakukan perbaikan metodologi penanganan pasien. Perjuangannya melawan budaya kapitalis dibidang kesehatan menuai banyak kritikan dari dokter-dokter senior serta dosen tempat dia belajar. Film ini secara tidak langsung menggambarkan situasi indoensia saat ini. Pelayanan kesehatan sangat mahal, jasa kesehatan dijadikan komoditi yang bisa di perjual belikan Dan paradigm kaum intelektual yang sangat pragmatis.

            Cerita ini berawal dari pengalamannya saat di rumah sakit jiwa Virginia ( Negara bagian di amerika ) yaitu Rumah sakit FAIRFAX. Ketika itu, Hunter adams atau PATCH ADAMS (nama julukannya di RS jiwa) mengalami depresi berat karena orang tuanya meninggal dunia sehingga membuat dia putus asa dan mencoba untuk bunuh diri. Akhirnya dia diponis mengalami gangguan jiwa dan di bawah ke rumah sakit tersebut. Sama seperti rumah sakit jiwa lainnya, penghuni-penghuninya aneh dan tidak normal membuat adam serasa hidup di planet baru. Bertemu dengan orang-orang yang kurang beruntung hidupnya dan jauh dari kenikmatan dunia karena menderita penyakit , mengharuskan adams untuk beradaptasi untuk bisa bertahan di tempat tersebut. Setelah beberapa hari di rumah sakit, adam pun mencoba melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Sampai di Suatu malam, adam bertemu dengan seorang pria tua (pasien) yang menderita penyakit sindrom kejeniusan. Pria yang berprofesi sebagai ilmuan yang sedang mencoba membuktikan penemuan barunya untuk masyarakat, karena tak kunjung terbukti secara empiris hingga stress, kemudian mengalami gangguan jiwa. Pada malam itu, adams berdiskusi dengan pria tua itu layaknya obrolan orang dewasa. Dari sang Arthur (nama pria tua itu) adam pun di ajarin tentang metode berpikir secara potensial agar bisa menemukan rahasia alam. setelah berdiskusi beberapa waktu, pria tua itu mencoba praktekan penemuannya kepada adams. Hal ini dilakukan semata-mata untuk membuktikan metode berpikir yang di ajarkannya. Dari situlah adams baru percaya bahwa pria itu benar-benar luar biasa dan tidak mengalami gangguan jiwa. kemudian di malam berikutnya adams mengalami sebuah peristiwa luar biasa yang kemudian akan merubah hidupnya di kemudian hari. Pada malam tersebut, adams membantu ruddy (teman sekamarnya yang menderita gangguan jiwa trauma dan takut terhadap hewan kecil ) untuk melupakan masalahnya dengan cara mencoba memberikan sugesti kepada ruddy guna untuk membangkitkan keberanian dalam dirinya. Dan adam berhasil membawa kembali kesadaran rudy dari kerangkeng traumatic. adams berkesimpulan bahwa pengobatan secara medis saja tidak cukup untuk menyembuhkan sang pasien, tapi perlu ada pendekatan secara psikologi sehingga pasien bisa memperoleh kenyamanan, meningkatkan kualitas hidupnya dan tetap berani menjalani hari esok. Kejadian-kejadian itulah yang mendorong adams memilih untuk keluar dari rumah sakit itu dan berniat untuk melanjutkan sekolah di jurusan kedokteran guna mengembangkan metode pengobatannya itu. Pasca keluar dari Rumah Sakit, dia langsung mendaftarkan diri di salah satu universitas kedokteran yaitu VIRGINIA MEDICAL UNIVERCITY, dan yang menariknya dia memakai nama PATCH ADAMS ( nama julukan dari rekan-rekannya di Rumah sakit jiwa) bukan lagi Hunter Adams agar dia selalu ingat dengan rekan-rekannya di rumah sakit jiwa yang memberikan pelajaran hidup berharga kepadanya. Adams sangat cerdas dan pekerja keras. dengan modal kejeniusan serta semangat, dia terus mengorganisir dan berusaha mempengaruhi mahasiswa-mahasiswa dengan gagasan dan metode yang dimilikinya. Pada tingkat 1, mahasiswa dilarang untuk berhubungan langsung dengan pasien, tetapi dengan pengalamannya dengan ruddy dia berusaha untuk mencari peluang agar bisa berhubungan dengan pasien lain untuk menerapkan metodenya sekaligus membuktikan metodenya secara ilmiah. Dengan menghalalkan segala cara agar bisa berhubungan dengan beberapa pasien. Setelah beberapa kali komunikasi langsung dnegan pasien, adams melihat keberhasilan metodenya. para perawat rumah sakit kampusnya itu sangat antusias dengan tindakan patch karena memberikan kemudahan sekaligus pelajaran baru bagi mereka dalam upaya untuk menangani pasien.. Lama kelamaan tindakannya ini tercium oleh dokter (juga merangkap profesi sebagai dosen di kampusnya) hingga akhirnya patch dilarang serta sanksi sanksi karena telah mengganggu pasien dan membuat onar di rumah sakit. Perjuangannya Tidak berhenti disitu. dia mulai mencari dukungan dari mahasiswa seangkatannya dan para dosen untuk bisa mendukung misinya, dengan bermodal prestasi dan kebaikan dia, dukungan itu dia peroleh. berbagai carapun dilakukan dengan rekan-rekanhya agar bisa menjalankan misi tersebut. Lagi-lagi tindakannya tersebut ketahui oleh pihak kampus dan dia diancam DO (Drop Out )dengan tuduhan melanggar peraturan kampus. Ruang pergerakannya semakin sempit yang kemudian membuat dia tidak leluasa utnuk bertindak lebih leluasa. Semangat yang membara dan cita-cita untuk membantu orang lain itu terus menggebu-gebu, dia pun mendapat ide untuk membangun sebuah tempat penampungan praktik kedokteran (rumah sakit gratis) agar bisa memanifestasikan perasaannya kepada pasien yang membutuhkan bantuan medis. ide nya pun dapat terealisai berkat bantuan sang Arthur (rekannya di rumah sakit jiwa ). Dengan bantuan tersebut dia pun membuka tempat pengobatan gratis.mengorganisir teman-teman kuliahnya untuk bergabung secara sukarela memberikan pelayanan kesehatan gratis buat masyarakat miskin. Banyak pasien berdatangan dari berbagai tempat. Sampai di Suatu hatr, karena kebanyakan pasien yang rawat-nginap, mereka kekurangan kamar tidur dan obat-obatanm, sehingga memngharuskan mereka untuk meminjam dari rumah sakit tanpa sepengetahuan dokter. Aksi mereka pun tercium dokter, akhirnya dia dituduh melanggar perautaran kampus karena membuka te,mpat praktek tanpa izin. Ulahnya tersebut mengakibatkan dia harus menanggung semua resiko atau sanksi dari kampus dan dia ternyata di ancam Droup out dari kampus. untuk bisa bertahan dan dapat melanjutkan studynya, lagi-lagi dia minta dukungan dari pihak kampus. Dia pun minta arsip hasil studynya untuk bisa di jadikan bahan pertimbangan di siding pemecatannya nanti karena prestasinya yang sangat bagus bisa memberikan peluang baginya untuk tetap melanjutkan studynya. Permintaanya pun dikabulkan oleh pihak kampus. Beberapa hari kemudian siding pun di langsungkan. Dalam siding tersebut, patch memberikan penjelasan secara rasional dan sangat ilmiah, Sehingga dewan senator kampus tidak menemukan alasan pemecatannya sehingga tidak punya alasan yang kuat untuk memberikan hukuman kepadanya. Akhirnya patch tidak jadi dikeluarkan dari kampus. Tiga tahun kemudian dia berhasil meraih gelar dokter, dan membuka praktik yang dijalani bersama rekan-rekannya selama 12 tahun dan merawat lebih dari 15.000 pasien tanpa pembayaran dengan asuransi malapraktik dan fasilitas normal. Dia membeli tanah seluas 42,5 hektar di VIRGINA BARAT dan membangun RUMAH SAKIT GENSUNDHEIT . sekarang lebih dari 1000 dokter mendaftarkan diri dengan meninbggalkan praktek mereka dan bergabung dengan patch.

Harapan penulis:
Buat semua orang yang berprofesi di bidang kesehatan di Indonesia wajib menonton film ini. Minimal sebagai bahan refleksi atas sistem pelayanan publik (di bidang kesehatan di Indonesia yang tidak jauh berbeda atau bahkan lebih parah dari situasi di Virginia. Sebenarnya ini bukan hal baru di indoensia, karena kita punya banyak dokter seperti patch adams, seperti DR. cipto mangunkusumo yang lebih kritis, radikal dan militant.

INDONESIA OH INDONESIA

ketika belum lahir sangat di harapkan...
saat lahir membawa senyum bahagia bagi kaum papa..
setelah lahir, dibinasakan oleh anak-anaknya sendiri.

REFLEKSI HARI KEBANGKITAN NASIONAL 20 MEI 1908-2009

Perjuangan melawan penindasan adalah perjuangan pelawan lupa…(Milan kundera)

Pasca diterapkan cultur stetsel dinegeri hindia belanda mulai sejak 1830 dan sampai memasuki awal 1900, banyak ditentang oleh kaum democrat di belanda yang menilai bahwa kontribusi masyarakat hindia belanda kepada pemerintah belanda sudah berlebihan, sedangkan input dari sekian

TEKNIK SIPIL = AGAMA

Judul tulisan ini terinspirasi dari tulisan seorang dosen yang mengajar di jurusan teknik sipil UPH (universitas Pelita harapan) yang judulnya “Ilmu Teknik Sipil = Ilmu Agama”. Menurut nya, semua ilmu bermuara pada tujuan yang sama yaitu memenuhi kebutuhan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup umat manusia. kontropersi yang muncul

BANGKIT PATTIMURA MUDA

Oleh : Grace Gretha Manupassa

Gelora darah muda membara
Mendidih dalam perapian semangat
Lahirkan teriakan-teriakan lantang
Seruan yang menggugah dunia

10 NASEHAT sayyidina ALI bin abi thalib Karramallahu Wajhah

10 NASEHAT sayyidina ALI bin abi thalib Karramallahu Wajhah:

1. Dosa terbesar adalah “Ketakutan”.

2. Rekreasi terbaik adalah “Bekerja”.

3. Musibah terbesar adalah “Keputusasaan”.

4. Keberanian terbesar adalah “Kesabaran”.

5. Guru terbaik adalah “Pengalaman”.

6. Misteri terbesar adalah “Kematian”.

7. Kehormatan terbesar adalah “Kesetiaan”.

8. Karunia terbesar adalah “Anak yang sholeh”.

9. Sumbangan terbesar adalah “Partisipasi”.

10. Modal terbesar adalah “Kemandirian”.

Untuk Kakakku

Pernikahan atau pun perkawinan menyingkapkan sebuah tabir rahasia....

istri yang kamu nikahi tidaklah semuliah khadijah, tidaklah setakwah Aisyah, dan tidak setabah Fatima az-zahra.

justru istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi wanita sholehah.



Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan "KEWAJIBAN BERSAMA".....

Istri menjadi tanah, suami adalah langit Penaungnya...

Istri menjadi ladang, suami pemagarnya...

Istri kiasan ternakan, Suami adalah gembalanya..

Istri adalah murid, dan suami adalah mursyidnya..

istri bagaikan anak kecil, suami tempat bermanjanya...

Saat istri menjadi madu, kamu (suami) tegukanlah sepuasnya..

ketika istri menjadi racun, kamu (suami) penawar bisanya..

seandainya istri adlah tulang yang bengkok, berhati-hatilah membengkokannya...



Pernikahan ataupun perkawinan Menginsyafkan kita "perlunya IMAN DAN TAKWA" untuk belajar meniti Sabar dan Ridho allah..

karna memiliki istri tak sehebat para wanita bidadari surga, justeru kamu (suami) akan tersentak dari alpa.



Kamu (suami) bukanlah muhammad saw, atau Isa As, ataupun Sayyidina Ali Karamaullah-huwajah.

karena kamu hanyalah suami akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah..





SELAMAT UNTUK ABANG VALDO DAN CA VIRA. SEMOGA MENJADI KELUARGA SOKINAH MAWADAH WAROHMA..

Munajat Sayyidina Ali R.a

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah sampaikan salawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad



Dengarlah doaku, ketika aku berdoa pada-Mu

Dengarlah seruanku, ketika aku menyuru-Mu

Hampiri daku, ketika aku memanggil-Mu



Aku telah lari menuju-Mu, berhenti di hadapan-Mu,

bersimpuh pada-Mu, berserah diri pada-Mu,

mengharapkan pahalaku dari hadirat-Mu



Engkau ketahui apa yang ada dalam diriku.

Engkau kenali segala keperluanku.

Engkau arif akan apa yang tergetar dalam hatiku.



Tak tersembunyi bagi-Mu urusan kepulangan dan kembaliku

dan apa yang ingin aku ungkapkan semuanya dari mulutku

dan aku ucapkan dengan keinginanku dan mengharapkannya untuk hari akhirku.

Sudah berlaku ketentuan-Mu padaku, duhai junjunganku, apa yang terjadi padaku sampai akhir umurku, baik yang tersembunyi maupun yang tampak padaku, pada tangan-Mu bukan pada tangan selain-Mu kelebihanku dan kekuranganku, manfaatku dan madaratku.



Tuhanku, jika sekiranya Engkau menahan rezekiku, maka siapa lagi yang memberikan rizki padaku. Jika Engkau mengabaikan aku, maka siapa lagi yang akan membelaku.





Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari marah-Mu dan terlepasnya murka-Mu



Tuhanku, jika aku tidak layak memperoleh kasih-Mu, Engkau sangat layak untuk memberikan anugrah kepadaku dengan keluasan karunia-Mu.





Tuhanku, seakan diriku telah tersungkur di hadapan-Mu, dan sebaik-baiknya

kepasrahaku padaMu telah menangui aku, lalu Engkau berkata apa yang layak Engkau katakan dan Kauliputi aku dengan ampunan-Mu.



Tuhanku, jika Engkau ampuni aku siapa lagi yang lebih pantas melakuakanya salain-Mu. Jika sekiranya ajalku sudah dekat,tetapi amalku tidak mendekatkanku kepadaMu, telah aku jadikan pengakuan dosa ini sebagai wasilahku kepada-Mu.





Tuhanku, aku telah berbuat zalim dalam memandang diriku.

Celaka sudah diriku, jika saja Engkau tidak mengampuninya.





Tuhanku, tidak henti-hentinya kebaikan-Mu mengalir padaku hari-hari hidupku,

maka jangan putuskan kebaikan-Mu padaku pada hari kematianku.





Tuhanku, bagaimana mungkin aku berputus asa pada pandangan baikku kepada-Mu

setelah kematianku, padahal Engkau tidak memberikan kepadaku selain yang indah saja dalam hidupku.





Tuhanku, perlakukanlah aku apa yang Engkau layak melakukannya. Kembalilah

kepadaku dengan karunia-Mu yang Kauberikan kepada pendosa yang sudah dipenuhi kebodohannya.



Tuhanku, jika telah Kaututupi dosa-dosaku di dunia, padahal aku sangat memerlukan penutupan pada hari akhirat nanti, karena Engkau tidak menampakkannya di hadapan orang-orang yang saleh, maka jangan mempermalukan aku pada hari kiamat dihadapan para saksi.





Tuhanku, anugrah-Mu meluaskan harapku; Maaf-Mu lebih utama dari amalku.



Tuhanku, bahagian aku ketika berjumpa dengan-Mu pada hari kautetapan keputusa di antara hamba-hamba-Mu.



Tuhanku, permohonan maafku kepada-Mu adalah permohonan seseorang yang sangat memerlukan penerimaan permohonannya. Terimalah permohonan maafku. Wahai yang paling pemurah untuk dimohonkan oleh para pendosa.



Tuhanku, janganlah kautolakkan keperlianku, jangan Kausia-siakan kedambaanku,jangan kau putuskan dariMu harapanku dan cita-citaku.



Tuhanku, sekiranya Engkau ingin menjatuhkan aku, tentulah Engkau tidak memberikan petunjuk kepadaku; sekiranyn Engkau ingin mempermalukanku, tentulah Engkau tidak menyelamatkan daku.





Tuhanku, tak pernah aku mengira Engkau akan menolak keperluan yang untuk

memperolehnya dari sisi-Mu telah kuhabiskan seluruh umurku.



Tuhanku, bagi-Mu segala sanjung dan puja, selama-lamanya, sanjugan yang kekal abadi, berlansung terus, takpernah habis, sanjung-puja seperti yang Engkau cintai dan Engaku ridhai.





Tuhanku, jika Engkau menuntutku karena kesalahanku,aku akan menuntut-Mu dengan maaf-Mu; jika Engkau menuntutku dengan dosaku, aku akan menuntutmu dengan ampunan-Mu; jika Engaku memasukkan aku kedalam neraka, aku akan memberitahukan kepada para penghuninya bahwa aku mencintai-Mu.

(Mafatihul Jinan, bab2)

Oleh Oleh dari Langit

malam itu dingin.

angin kencang menyambar badan

gemuruh guntur diiringi kilat.

hujan pun menyirami bumi.

uhh seram..seru temanku.



ah, tapi malam ini aku tetap bergembirah..

berusaha tidak naif memahami alam..

kilat menyambar tidaklah maslah..

mmm. ayolah kita nikmati malam ini..



hmm, mereka tertidur lelap.

menuduh hujan sebagai pengacau..

aneh, padahal hujan itulah yang menghadirkan kelelapan tidurnya.



aku diam..

dan menikmati irama gemuruh angin..

getaran guntur menghantam kalbu.

oh. malam,



aku tidak tau,

apakah ini bencana bagi sudaraku dibawah kaki merapi?

akupun tidak tau..

apakah ini anugerah bagi para petani ?

yang kupahami dalam kalbuku, inilah oleh-oleh dari langit.

guntur membawa getaran sinyal untuk mengingat akan azab sang kekasih.

kilat memperlihatkan betapa pedihnya siksaan sang kekasih.

hujan mengingatkan ku akan karunia sang kekasih.



terima kasih tuhan, atas kiriman oleh-olehmu.

aku sungguh senang menikmatinya.



amin.



Rabu 04 mei 2011

Sejarah dan menyejarah

Membaca untuk memahami

memahami untuk mencari

mencari untuk mengukuhkan keyakinan

keyakinan untuk bertindak



berproses bukan dalam khayal,

dari indrawi menjadi imahinasi

dari imajinasi dirangkai menjadi yakin

dan yakin menuntun tindakan.



ayolah bertindak, selagi nafas masih melekat pada paru-paru

ayolah berbicara, selagi darah masih mengalir dalam nadi

ayolah jangan cukupkan iman dengan memahami

ayo, memahami bukan mema'afkan, namun bertindak sesuai dengan kata yakin

Sejarah bukan hanya dipahami

namun yang terpenting adalah keterlibatan dalam sejarah dan menyejarah sepanjang hayat

"DOUBLE U - EI" (WA)



DOUBLE U - EI


Dari mata Turun ke hati
dari ide menjadi bukti
ini cerita negeri yang tak pernah mati
dalam hikayat ibu pertiwi


ini persuasif harapan
oleh pemuda masa depan
kata - kata membawah sebuah kepastian
kepastian atas harapan memperpanjang nafas perjuangan

perjalanan akan segerah usai
karna kita tau, surga tinggal beberapa langkah
maka kami tidak cukupkan perjalanan sampai di coretan ini
semoga auliya memberkati jiwa insani

ABOUT TEKNIK SIPIL (Civil Enggeneering)

coretan singkat ini saya dedikasikan untuk calon mahasiswa baru yang ingin ambil jurusan teknik sipil.


A. Persiapan Pra-Kuliah

awal saya memilih teknik sipil sebagai disiplin akademik tahun 2005 karena hoby saya dengan gambar-gambar. disamping itu, waktu SMA saya memang sangat suka dengan hitungan. bagiku dua point yaitu suka gambar dan perhitungan (suka menghitung) adalah salah satu modal dasar untuk bergelut didunia ke-tehnik sipilan. sehingga proses untuk menggeluti dunia sipil kemudian bisa dinikmati dan dijalani dengan nyaman. namun dua hal tersebut tidak mutlak, karena memang dalam beberapa kasus tertentu butuh kerja keras dan usaha latihan untuk bisa lebih matang. itu mungkin tahap awal untuk sukses menjalani proses pembelajaran akademik dijurusan teknik sipil.


B. Proses Perkuliahan

secara garis besar, materi perkuliahan teknik sipil bisa dikategori sebagai berikut, seperti Analisis struktur (mekanika rekayasa), Irigasi, jalan raya (transportasi), Gedung bertingkat, dan ilmu tanah.

Analisis Struktur adalah mata kuliah yang sangat penting diteknik sipil. bisa dibilang mata kuliah ini adalah Tulang Punggung Teknik Sipil. hal ini dikarenakan hampir semua bangunan konstruksi melalui tahap analisis struktur bangunan, baik itu bangunan air maupun bangunan gedung dan jalan raya. analisis struktur adalah mencari keseimbangan bangunan terhadap gaya-gaya yang bekerja pada struktur bangunan. ada banyak metode yang digunakan sesuai karakteristik bangunan maupun geometrinya. untuk turunan aplikasi nya bisa diterapkan pada struktur rangka baja, struktur beton bertulang, maupun struktur kayu.

Irigasi adalah mata kuliah yang berhubungan dengan seluk beluk bangunan air, seperti Bendungan, cek dam, saluran drainase, pengolahan limbah, dll.

Jalan Raya adalah mata kuliah yang berhubungan dengan Perencanaan dan perancangan jalan raya. dari perkerasan jalan, geometri jalan, serta perangkat bangunan pendukung jalan raya.

Transportasi adlah mata kuliah yang berhubungan dengan aktivitas transportasi lalulintas, seperti perencanaan Lampu merah atau Light traffic, managemen parkiran, managemen angkutan umum, dll. semua itu bertujuan untuk memperlancar aktivitas lalulintas. transportasi juga bisa berhubungan dengan jembatan, maupun pelabuhan (transportasi laut), dan bandara.

Gedung Bertingkat adalah mata kuliah yang sifatnya aplikatif, yaitu perencanaan. kenapa saya bilang aplikatif, karena disinilah kita menggabungkan beberapa mata kuliah seperti beton bertulang, rangka baja, managemen proyek, managemen peralatan konstruksi, analisis struktur, pondasi dan ilmu tanah.


menjalani perkuliahan teknik sipil, tidaklah sama dengan disiplin ilmu eksata maupun non eksata. teknik sipil mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakanya dengan disiplin ilmu lainnya. mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa teknik sipil sangat syarat dengan "angka-angka" yang bikin pusing kepala. hehehhe (pantesan aja banyak yang kabur).. namun bagiku itulah ciri khas teknik sipil, disatu sisisecara teoritis membiasakan kita dengan study kasus analisis dan lebih matang dalam logika matematik. disisi lain, berhubungan dengan angka-angka seperti itu mempunyai manfaat praktis dalam kehidupan, yaitu penguatan secara mentalitas. hal ini disebabkan kebiasaan menahan beban pikiran (analisis matematic) sehingga penerapan dipraktik kehidupan membuat kita terbiasa dengan proses berpikir.


C. Pasca Kuliah

prospek lapangan kerja untuk sarjana teknik sipil cukup luas. kalau ingin jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) banyak instansi yang membutuhkan tenaga teknik sipil. seperti dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Tata Kota, Dll. .. jika ingin bekerja di perusahan swasta, ini banyak sekali yang membutuhkan tenaga teknik sipil, seperti konsultan, kontraktor, perusahan pertambangan,perusahan perbankan, dll. namun bagiku tidak cukup disitu, mengingat sarjana teknik sipil tidak sedikit, berarti kita punya banyak kompetitor yang jadi saingan kita. menurut aku, belajar yang giat, dan bekerja keras menjadi kunci keberhasilan. namun terlepas dari itu, keberhasilan adalah masalah nasib. biasanya yang sukses adalah "anak orang kaya" , "anak pejabat", "orang yang banyak teman (jaringan)". oleh karena itu, jika kamu bukan anak pejabat, dan bukan anak orang kaya, hendaklah perbanyak teman atau jaringan.. karena teman adalah aset berharga dikemudian hari.


GOOD LUCK !!!!!!!!!!!!!!!!!!


By Ary Toteles ( 27 juni 2011)

Jumat, 24 Juni 2011

Bapak Tanggungan Anak

Bapak tanggungan anak.
Menanti anak tak kunjung tiba.
Harapan bapak dapat bersua.
Esok hari hidup bersama.
Janji diikat sebelum dewasa.
Alam yang luas siap sedia.
Alquranpetunjuk sudah ada.
Masa berlalu memisahkan kita.
Anak hilang entah kemana.
Janji dipegang tidak di lupa.
Hubungan rapat tiada dirasa.
Leka anak di arus dunia.
Bapak menanti di hujung sana.
Anak terlena dibuai nafsu.
Bapak berpesan ingat ia.
Jalan dilalu banyak berduri.
Jangan hilang tidak kembali.
Barang yang di amanah itu berharga.
Batu manikam di perut bumi.
Intan berlian di mahkota istana.
Jaga amanah bapak yang punya.
kalau subur ditanah rata.
Benih disemai menjulang tinggi.
Hilang ghaib kembali asli.
Pohon nyabebuah seratus kali.
Demikian kalau sudah menjadi.
Jikalau tidak hina dina dan rugi.
Tempat kembali panas sekali.
Berpisah lah bapak, berpisah lah anak.
Masing-masing membawa diri.
Nasib berubah mengikut sumpah.
Janji dahulu di khianati sudah.
Putus pertalian tidak berjumpa lagi.
Hanya menantikan generasi kita kalau ada.
Betul bela pelihara cucu dapat menyambung jasa.
Titah di junjung amanah disanjung.
Membawa pesan Rasul yang agung.
Akhir kata Assalamualaikum.

Buat renungan kita bersama.Sekian dahulu Wassalam.

Allah ada lah Dzat, Ibu segala nyawa.
Muhammad ada lah bapak segala Roh.
Adam ada lah bapak segala Tubuh.

Kita ada lah anak-anakAdam. Kita diingat kan ,"supaya jangan menyembah
syaitan?" "Sesungguhnya syaitan itu adalah "musuh yang Nyata bagi kita".
Barang dunia semua nyanyata.Terdedah.
Barang di akhirat semua nyaGhiab.Tertutup.
Ada lah tanggung jawab anak pada menolong Ibu Baba nya.

Salman Al-farisi Mencari Kebenaran

Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya.

Kisah Salman diceritakan langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas:

Salman dilahirkan dengan nama Persia, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Dia adalah orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar.

Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah, seperti penjara.

Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas, yang menghasilkan pasokan hasil panen berlimpah. Suatu ketika ayahnya meminta dia mengerjakan sejumlah tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran.

“Ayahku memiliki areal tanah subur yang luas. Suatu hari, ketika dia sibuk dengan pekerjaannya, dia menyuruhku untuk pergi ke tanah itu dan memenuhi beberapa tugas yang dia inginkan. Dalam perjalanan ke tanah tersebut, saya melewati gereja Nasrani. Saya mendengarkan suara orang-orang shalat di dalamnya. Saya tidak mengetahui bagaimana orang-orang di luar hidup, karena ayahku membatasiku di dalam rumahnya! Maka ketika saya melewati orang-orang itu (di gereja) dan mendengarkan suara mereka, saya masuk ke dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan.”

“Ketika saya melihat mereka, saya menyukai salat mereka dan menjadi tertarik terhadapnya (yakni agama). Saya berkata (kepada diriku), ‘Sungguh, agama ini lebih baik daripada agama kami’”.

Salman memiliki pemikiran yang terbuka, bebas dari taklid buta. “Saya tidak meninggalkan mereka sampai matahari terbenam. Saya tidak pergi ke tanah ayahku.”

Dan ketika pulang, ayahnya bertanya. Salman pun menceritakan bertemu dengan orang-orang Nasrani dan mengaku tertarik. Ayahnya terkejut dan berkata: “Anakku, tidak ada kebaikan dalam agama itu. Agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik.”

“Tidak, agama itu lebih baik dari milik kita,” tegas Salman.

Ayah Salman pun bersedih dan takut Salman akan meninggalkan agamanya. Jadi dia mengunci Salman di rumah dan merantai kakinya.

Salman tak kehabisan akan dan mengirimkan sebuah pesan kepada penganut Nasrani, meminta mereka mengabarkan jika ada kafilah pedagang yang pergi ke Suriah. Setelah informasi didapat, Salman pun membuka rantai dan kabur untuk bergabung dengan rombongan kafilah.

Ketika tiba di Suriah, dia meminta dikenalkan dengan seorang pendeta di gereja. Dia berkata: “Saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan salat dengan anda.”

Sang pendeta menyetujui dan Salman pun masuk ke dalam gereja. Namun tak lama kemudian, Salman menemukan kenyataan bahwa sang pendeta adalah seorang yang korup. Dia memerintahkan para jemaah untuk bersedekah, namun ternyata hasil sedekah itu ditimbunnya untuk memperkaya diri sendiri.

Ketika pendeta itu meninggal dunia dan umat Nasrani berkumpul untuk menguburkannya, Salman mengatakan bahwa pendeta itu korup dan menunjukkan bukti-bukti timbunan emas dan perak pada tujuh guci yang dikumpulkan dari sedekah para jemaah.

Setelah pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang saleh lainnya, di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya.

Pendeta yang terakhir berkata kepadanya bahwa telah datang seorang nabi di tanah Arab, yang memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri.

Salman pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb, dengan memberikan uang yang dimilikinya. Para pedagang itu setuju untuk membawa Salman. Namun ketika mereka tiba di Wadi al-Qura (tempat antara Suriah dan Madinah), para pedagang itu mengingkari janji dan menjadikan Salman seorang seorang budak, lalu menjual dia kepada seorang Yahudi.

Singkat cerita, akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah) dan bertemu dengan rombongan yang baru hijrah dari Makkah. Salman dibebaskan dengan uang tebusan yang dikumpulkan oleh Rasulullah SAW dan selanjutnya mendapat bimbingan langsung dari beliau.

Betapa gembira hatinya, kenyataan yang diterimanya jauh melebihi apa yang dicita-citakannya, dari sekadar ingin bertemu dan berguru menjadi anugerah pengakuan sebagai muslimin di tengah-tengah kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang disatukan sebagai saudara.

Kisah kepahlawanan Salman yang terkenal adalah karena idenya membuat parit dalam upaya melindungi kota Madinah dalam Perang Khandaq. Ketika itu Madinah akan diserang pasukan Quraisy yang mendapat dukungan dari suku-suku Arab lainnya yang berjumlah 10.000 personel. Pemimpin pasukan itu adalah Abu Sufyan. Ancaman juga datang dari dalam Madinah, di mana penganut Yahudi dari Bani Quradhzah akan mengacau dari dalam kota.

Rasulullah SAW pun meminta masukan dari sahabat-sahabatnya bagaimana strategi menghadapi mereka. Setelah bermusyawarah akhirnya saran Salman Al Farisi atau yang biasa dipanggil Abu Abdillah diterima. Strategi Salman memang belum pernah dikenal oleh bangsa Arab pada waktu itu. Namun atas ketajaman pertimbangan Rasulullah SAW, saran tersebut diterima.

Atas saran Salman itulah perang dengan jumlah pasukan yang tak seimbang dimenangkan kaum Muslimin.

Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, Salman dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya, hingga dia wafat.

Diolah dari Wikipedia, The Search for The Truth -by a Man Known as Salman the Persian karangan Dr Saleh as-Saleh, dan sumber-sumber lainnya. (jri)

Sumber: ramadan.okezone.com.

Nabi Musa A.s Pingsan

Nabi Musa ‘alaihis-salaam’ telah memenuhi panggilan Allah swt., ia pun menitipkan Bani Israil ke Nabi Harun as., saudaranya, untuk naik ke gunung Sinai (Thuursina), gunung Allah yang keramat itu. Setelah ia menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadat sendirian di atas gunung itu, Allah swt. pun berfirman dan menurunkan Taurat kepadanya. Kemudian Nabi Musa as. pun sangat rindu untuk dapat melihat Wajah Sang Kekasih yang telah berkata-kata kepadanya, Wajah Rabb-nya.

“Dan tatkala Musa datang menurut waktu yang telah Kami tentukan, dan telah berfirman Rabb-nya kepadanya, berkatalah ia: ‘Ya Rabbi perlihatkanlah (Diri-Mu) kepadaku, agar aku dapat memandang Engkau’. Berkatalah Allah: ‘Engkau sekali-kali tidak akan mampu untuk melihat-Ku, akan tetapi arahkanlah pandangan (engkau) ke gunung itu, maka jika ia tetap pada tempatnya niscaya engkau dapat melihat-Ku!’.”, QS.Al-’Araaf.[7]:143.

Setelah mendengar permintaan Nabi Musa as. itu, kemudian Allah swt. berfirman: “Wahai putra Imran, sesungguhnya tidak akan ada seorang pun yang sanggup untuk melihat-Ku, kemudian ia mampu untuk tetap hidup!”

Nabi Musa as. berkata: “Rabbi, tidak ada sesuatu pun yang menyekutui-Mu, sesungguhnya melihat-Mu dan kemudian mati itu lebih aku sukai daripada aku terus hidup dengan tanpa melihat-Mu! Rabbi, sempurnakanlah nikmat, anugrah, dan hikmat-Mu kepadaku dengan mengabulkan permohonanku ini, setelah itu aku rela mati!”

Ibnu Abbas ra., sahabat Rasulullah saw., meriwayatkan bahwa ketika Allah swt. mengetahui bahwa Nabi Musa as. ingin sekali permohonannya dikabulkan, maka berfirmanlah Allah swt.: “Pergilah engkau, dan lihatlah batu yang ada di atas puncak gunung itu, duduklah engkau di atas batu itu, kemudian Aku akan menurunkan balatentara-Ku kepadamu!”

Nabi Musa as. pun melaksanakan perintah Allah swt. tersebut. Dan ketika ia telah berada di atas batu itu, Allah swt. pun memerintahkan balatentara-Nya, para Malaikat hingga langit ketujuh, untuk menampakkan diri kepadanya.

Diperintahkan-Nya para Malaikat penghuni langit dunia untuk menampakkan diri di hadapan Nabi Musa as. Mereka pun berlalu di hadapan Nabi Musa as. sambil mengeraskan suara tasbih dan tahlil mereka, bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.

Kemudian, para Malaikat penghuni langit kedua diperintahkan-Nya untuk menampakkan diri di hadapan Nabi Musa as., mereka pun melaksanakannya. Mereka berlalu di hadapan Nabi Musa as. dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam. Mereka ini bersayap dan memiliki raut muka, diantara mereka ada yang berbentuk seperti singa. Mereka mengeraskan suara-suara tasbihnya.

Mendengan teriakan suara itu, Nabi Musa as. pun merasa ngeri, dan kemudian berkata: “Ya Rabbi, sungguh aku menyesal atas permohonanku. Rabbi, apakah Engkau berkenan untuk menyelamatkan aku dari tempat yang aku duduki ini?”

Pimpinan dari kelompok Malaikat tersebut berkata: “Hai Musa, bersabarlah atas apa yang engkau minta, apa yang engkau lihat ini baru sebagian kecil saja!”

Allah swt. kemudian memerintahkan para Malaikat penghuni langit ketiga agar mereka turun dan menampakkan diri di hadapan Nabi Musa as. Lalu, keluarlah Malaikat-malaikat yang tak terhitung jumlahnya dengan beragam bentuk dan warnanya. Bentuk mereka ada yang seperti api yang menjilat-jilat, mereka memekikkan tasbih dan tahlil dengan suara yang hiruk-pikuk.

Mendengar suara ini semakin terkejutlah Nabi Musa as. dan timbullah rasa su’udzdzan dalam dadanya, bahkan berputus asa untuk hidup. Kemudian pemimpin para Malaikat dari kelompok ketiga ini berkata: “Wahai putra Imran, bersabarlah hingga engkau melihat lagi apa yang engkau tidak sanggup lagi untuk melihatnya!”

Allah swt. kemudian menurunkan wahyu kepada para Malaikat penghuni langit keempat, “Turunlah kamu sekalian kepada Musa dengan mengumandangkan tasbih!”

Para Malaikat langit keempat ini pun turun. Diantara mereka ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, dan ada pula yang seperti salju. Mereka mempunyai suara yang melengking dengan mengumandangkan tasbih dan taqdis. Suara mereka berbeda dengan suara Malaikat-malaikat terdahulu. Kepada Nabi Musa as. ketua dari kelompok ini berkata: “Hai Musa! Bersabarlah atas apa yang engkau minta!”

Demikianlah, penghuni dari setiap langit hingga penghuni langit ketujuh satu demi satu turun dan menampakkan diri di hadapan Nabi Musa as. dengan warna dan bentuk yang beragam. Semua Malaikat tersebut bergerak maju sambil cahayanya menyambar semua mata yang ada. Mereka ini datang dengan membawa tombak-tombak panjang. Setiap tombak itu panjangnya sepanjang sebatang pohon kurma yang tinggi dan besar. Tombak-tombak itu bagaikan api yang bersinar terang-benderang melebihi sinar matahari.

Nabi Musa as diatas Gunung SinaiNabi Musa as. menangis sambil meratap-ratap, katanya: “Ya Rabbi, ingatlah aku, jangan Engkau lupakan diriku ini! Aku adalah hamba-Mu! Aku tidak mempunyai keyakinan bahwa aku akan selamat dari tempat yang aku duduki ini! Jika aku keluar, aku akan terbakar, dan jika aku tetap di tempat ini maka aku akan mati!”

Ketua kelompok Malaikat itu pun berkata kepada Nabi Musa as.: “Nyaris dirimu dipenuhi dengan ketakutan, dan nyaris pula hatimu terlepas! Tempat yang kamu gunakan untuk duduk inilah merupakan tempat yang akan kamu pergunakan untuk melihat-Nya!”

Kemudian turunlah Malaikat Jibril as., Mika’il as., dan Israfil as. beserta seluruh Malaikat penghuni ketujuh langit yang ada, termasuk para Malaikat pemikul Al-’Arsy dan Al-Kursi. Mereka secara bersama-sama menghadap kapada Nabi Musa as. seraya berkata: “Wahai orang yang terus-menerus salah! Apa yang menyebabkanmu naik ke atas bukit ini? Mengapa kamu memberanikan diri meminta kepada Rabb-mu untuk dapat melihat kepada-Nya!?”

Nabi Musa as. terus menangis hingga gemetaranlah kedua lututnya, dan seakan-akan luruh tulang-tulang persendiannya.

Ketika Allah swt. melihat semua itu, maka ditampakkan-Nya lah kepada Nabi Musa as. tiang-tiang penyangga Al-’Arsy, lalu Nabi Musa as. bersandar pada salah satu tiang tersebut sehingga hatinya menjadi tenang.

Malaikat Israfil kemudian berkata kepadanya: “Hai Musa! Demi Allah, kami ini sekalipun sebagai pemimpin-pemimpin para Malaikat, sejak kami semua diciptakan, kami tidak berani untuk mengangkat pandangan mata kami ke arah Al-’Arsy! Karena kami sangat khawatir dan sangat takut! Mengapa kamu sampai berani melakukan hal ini wahai hamba yang lemah!?”

Setelah hatinya tenang, Nabi Musa as. menjawab: “Wahai Israfil! Aku ingin mengetahui akan Keagungan Wajah Rabb-ku, yang selama ini aku belum pernah melihatnya”

Allah swt. kemudian menurunkan wahyu kepada langit: “Aku akan menampakkan-Diri, bertajalli pada gunung itu!”

Maka bergetarlah seluruh langit dan bumi, gunung-gunung, matahari, bulan, mega, surga, neraka, para Malaikat dan samudera. Semua tersungkur bersujud, sementara Nabi Musa as. masih memandang ke arah gunung itu.

“Tatkala Rabb-nya menampakkan Diri (bertajalli) di atas gunung itu, maka hancur luluh lah gunung itu dan Musa pun jatuh pingsan”, QS.Al-’Araaf.[7]:143.

Nabi Musa as. seakan-akan mati karena pancaran Cahaya Allah swt. Yang Mulia, dan ia terjatuh dari batu, dan batu itu sendiri terjungkal, terbalik menjadi semacam kubah yang menaungi Nabi Musa as. agar tidak terbakar Cahaya.

Kemudian Allah swt. mengutus Malaikat Jibril as. untuk membalikkan batu itu dari tubuh Nabi Musa as., dan membimbingnya berdiri. Wajah Nabi Musa as. memancarkan cahaya kemuliaan, rambutnya memutih karena Cahaya.

“Maka setelah Musa tersadar kembali, dia berkata: ‘Maha Suci Engkau, aku sungguh bertaubat kepada-Mu, dan aku adalah orang yang pertama kali beriman!”, QS.Al-’Araaf.[7]:143.

Nabi Musa as. bertaubat atas apa yang ia minta, dan ia berkata: “Saya beriman, bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun yang akan mampu melihat-Mu dengan mata lahir, kecuali ia akan mati!”

Diadaptasi dari terjemahan kitab “Mukhtashar Kitaabit-Tawwabiin“, karya Ibnu Qudamah Al-Maqdisy.

Zamzam A J Tanuwijaya
Bintaro, 27 Oktober 2009.

Kisah Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S.Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama “Faddam A’ram” dalam kerajaan “Babylon” yang pd waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama “Namrud bin Kan’aan.”

Kerajaan Babylon pd masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan serta saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mrk.Akan tetapi tingkatan hidup rohani mrk masih berada di tingkat jahiliyah. Mrk tidak mengenal Tuhan Pencipta mrk yang telah mengurniakan mrk dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mrk adalah patung-patung yang mrk pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Raja mereka Namrud bin Kan’aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi dan kekuasaan mutlak.Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dpt dilanggar atau di tawar. Kekuasaan yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup yang berlebuh-lebihanyang ia nikmati lama-kelamaan menjadikan ia tidak puas dengan kedudukannya sebagai raja. Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir jika rakyatnya mahu dan rela menyembah patung-patung yang terbina dari batu yang tidal dpt memberi manfaat dan mendtgkan kebahagiaan bagi mrk, mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.Dia yang dpt berbicara, dapat mendengar, dpt berfikir, dpt memimpin mrk, membawa kemakmuran bagi mrk dan melepaskan dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dpt mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia. di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.

Di tengah-tengah masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Ia sebagai calun Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya,jauh-jauh telah diilhami akal sihat dan fikiran tajam serta kesedaran bahwa apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri adalah perbuat yang sesat yang menandakan kebodohan dan kecetekan fikiran dan bahwa persembahan kaumnya kepada patung-patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus dibanteras dan diperangi agar mrk kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.

Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan brg-brg itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calun pembeli dengan kata-kata:” Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? “

Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah

Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya ingin lebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya, menenteramkan

hatinya serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin esekali mangganggu fikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.Berserulah ia kepada Allah: ” Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati.”Allah menjawab seruannya dengan berfirman:Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku? “Nabi Ibrahim menjawab:” Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan agar makin menjadi tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu.”

Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung lalu setelah memperhatikan dan meneliti bahagian tubuh-tubuh burung itu, memotongnya menjadi berkeping-keping mencampur-baurkan kemudian tubuh burung yang sudak hancur-luluh dan bercampur-baur itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.

Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah itu, diperintahnyalah Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah jauh tiap-tiap bahagian tubuh burung dari bahagian yang lain.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan enpat ekor burung itu dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya, dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah YAng Maha Berkuasa dpt menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dan dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententeramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dpt menghalangi atau menentangnya dan hanya kata “Kun” yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikenhendaki ” Fayakun”.

Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya

Aazar, ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala bah ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan drpnya orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan.

Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyedarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh.Beliau merasakan bahawa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus ia dtg kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahawa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya. Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dpt mendtgkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah. Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran syaitan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi lagi. Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi mrk rezeki dan kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.

Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya Nabi Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki hamun seakan-akan tidak ada hunbungan diantara mereka. IA berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar: ” Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan cuba mendurhakaiku.Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi bercampur denganmu didalam suatu rumah di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau.”

Nabi Ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seray berkaat: ” Oh ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku utkmu.” Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihati karena tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhala

Kegagalan Nabi Ibrahim dalam usahanya menyedarkan ayahnya yang tersesat itu sangat menusuk hatinya karena ia sebagai putera yang baik ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik namun ia sedar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendpt hidayah ,bila belum dikehendaki oleh Allah maka sia-sialah keinginan dan usahanya.

Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak sedikit pun mempengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan-persembahan yang bathil dan kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya

Nabi Ibrahim tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mrk anut dan ajaran yang ia bawa. Dan ternyata bahwa bila mrk sudah tidak berdaya menilak dan menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan kebathilan kepercayaan mrk maka dalil dan alasan yang usanglah yang mrk kemukakan iaitu bahwa mrk hanya meneruskan apa yang oleh bapa-bapa dan nenek moyang mrk dilakukan dan sesekali mrk tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah mrk warisi.

Nabi Ibrahim pd akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi berdebat dan bermujadalah dengan kaumnya yang berkepala batu dan yang tidak mahu menerima keterangan dan bukti-bukti nyata yang dikemukakan oleh beliau dan selalu berpegang pada satu-satunya alasan bahwa mrk tidak akan menyimpang dari cara persembahan nenek moyang mrk, walaupun oleh Nabi Ibrahim dinyatakan berkali-kali bahwa mrk dan bapa-bapa mrk keliru dan tersesat mengikuti jejak syaitan dan iblis.

Nabi Ibrahim kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata yang dapat mrk lihat dengan mata kepala mrk sendiri bahwa berhala-berhala dan patung-patung mrk betul-betul tidak berguna bagi mrk dan bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babylon bahwa setiap tahun mrk keluar kota beramai-ramai pd suatu hari raya yang mrk anggap sebagai keramat. Berhari-hari mrk tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkhemah dengan membawa bekalan makanan dan minuman yang cukup. Mrk bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mrk kosong dan sunyi. Mrk berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari suci itu. Nabi Ibrahim yang juga turut diajak turut serta berlagak berpura-pura sakit dan diizinkanlah ia tinggal di rumah apalagi mrk merasa khuatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mrk bila ia turut serta.

” Inilah dia kesempatan yang ku nantikan,” kata hati Nabi Ibrahim tatkala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang terlihat diserambi tempat peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada semahan bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung berkata Nabi Ibrahim, mengejek:” Mengapa kamu tidak makan makanan yang lazat yang disaljikan bagi kamu ini? Jawablah aku dan berkata-katalah kamu.”

Kemudian disepak, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim itu.

Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung-patung, tuhan-tuhan mrk hancur berantakan dan menjadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain dengan nada hairan dan takjub: “Gerangan siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan persembahan mrk ini?” Berkata salah seorang diantara mrk:” Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek persembahan kami yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani ini.” Seorang yang lain menambah keterangan dengan berkata:” Bahkan dialah yang pasti berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kami semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu.” Selidik punya selidik, akhirnya terdpt kepastian yyang tidak diragukan lagi bahwa Ibrahimlah yang merusakkan dan memusnahkan patung-patung itu. Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dpt diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mrk. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawab dalam suatu pengadilan terbuka, di mana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.

Dan memang itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim agar pengadilannya dilakukan secara terbuka di mana semua warga masyarakat dapat turut menyaksikannya. Karena dengan cara demikian beliau dapat secara terselubung berdakwah menyerang kepercayaan mrk yang bathil dan sesat itu, seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan yang ia bawa, kalau diantara yang hadir ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan.

Hari pengadilan ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung-duyung mengujungi padang terbuka yang disediakan bagi sidang pengadilan itu.

Ketika Nabi Ibrahim datang menghadap para hakim yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mrk.

Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh para hakim:” Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?” Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab:” Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Cuba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya.” Para hakim penanya terdiam sejenak seraya melihat yang satu kepada yang lain dan berbisik-bisik, seakan-akan Ibrahim yang mengandungi ejekan itu. Kemudian berkata si hakim:” Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat bercakap dan berkata mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?” Tibalah masanya yang memang dinantikan oleh Nabi Ibrahim,maka sebagai jawapan atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mrk,yang mrk pertahankan mati-matian, semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Nabi Ibrahim kepada para hakim itu:” Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sihat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya difahami oleh syaitan. Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan. Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu.”

Setelah selesai Nabi Ibrahim menguraikan pidatonya iut, para hakim mencetuskan keputusan bahawa Nabi Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mrk, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu:” Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu , jika kamu benar-benar setia kepadanya.”

Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-hidup

Keputusan mahkamah telah dijatuhakan.Nabi Ibrahim harus dihukum dengan membakar hidup-hidup dalam api yang besar sebesar dosa yang telah dilakukan. Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang diaturkan. Tanah lapang bagi tempat pembakaran disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar dengan banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil bahagian membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada tuhan-tuhan persembahan mrk yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim.

Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mrk. Di antara terdapat para wanita yang hamil dan orang yang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan memperolehi barakah dari tuhan-tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka atau melindungi yang hamil di kala ia bersalin.

Setelah terkumpul kayu bakar di lanpangan yang disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksan sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim. Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panasnya wap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim didtgkan dan dari atas sebuah gedung yang tinggi dilemparkanlah ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu dengan iringan firman Allah:” Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”

Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat ia dilemparkan ke dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman dan keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya menjadi makanan api dan kurban keganasan orang-orang kafir musuh Allah. Dan memang demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan pakaian yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, hal mana merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba-hamba Allah yang tersesat itu.

Para penonton upacara pembakaran hairan tercenggang tatkala melihat Nabi Ibrahim keluar dari bukit api yang sudah padam dan menjadi abu itu dalam keadaan selamat, utuh dengan pakaiannya yang tetap berda seperti biasa, tidak ada tanda-tanda sentuhan api sedikit jua pun. Mereka bersurai meninggalkan lapangan dalam keadaan hairan seraya bertanya-tanya pada diri sendiri dan di antara satu sama lain bagaimana hal yang ajaib itu berlaku, padahal menurut anggapan mereka dosa Nabi Ibrahim sudah nyata mendurhakai tuhan-tuhan yang mereka puja dan sembah.Ada sebahagian drp mrk yang dalam hati kecilnya mulai meragui kebenaran agama mrk namun tidak berani melahirkan rasa ragu-ragunya itu kepada orang lain, sedang para pemuka dan para pemimpin mrk merasa kecewa dan malu, karena hukuman yang mrk jatuhkan ke atas diri Nabi Ibrahim dan kesibukan rakyat mengumpulkan kayu bakar selama berminggu-minggu telah berakhir dengan kegagalan, sehingga mrk merasa malu kepada Nabi Ibrahim dan para pengikutnya.

Mukjizat yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepada Nabi Ibrahim sebagai bukti nyata akan kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan sebahagian penduduk terhadap persembahan dan patung-patung mrk dan membuka mata hati banyak drp mrk untuk memikirkan kembali ajakan Nabi Ibrahim dan dakwahnya, bahkan tidak kurang drp mrk yang ingin menyatakan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khuatir akan mendapat kesukaran dalam penghidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para pemuka dan para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal bila merasakan bahwa pengaruhnya telah bealih ke pihak Nabi Ibrahim.

Sumber: yudhim.blogspot.com.

Kamis, 23 Juni 2011

Aku Yang Buta

keyakinan yang kokoh tanpa ragu
menjalani perintah dengan tulus
pembuktian hanya membawah pada kubangan dosa
namun tak apalah jika benar ingin

disuruh tunduk, malah congkak
aku ingin menantang setiap hukum yang mutlak
hanya dilubang dosa aku terjebak
diam dan ta'at perintah sudah lebih baik

islam tidaklah sulit, namun pusaka keraguan selalu diandalkan
akhirnya jadi kaum skeptisisme absolut
kata hati menolak sujud, pertanda kebutaanku

aku pun terus mencari, dan mendaki tangga kealiman
tak kucapai jua, karena keberatan dosa menarik turun
tak punya alasan untuk berkata-kata
tuhanku dengan segala keadilannya memberi aba-aba keselamatan
tapi, aku manusia buta, menuruti syahwat untuk tetap menjadi penjahat

hmmmmm sunggu buta, buta dan buta.
penglihatan tidak ku amanahkan dengan sejujur janjiku padanya
pendengaranpun dmeikian tuli dengan seruannya
bahkan penciumanku selalu peka dengan busuknya dosa yang terasa nikmat olehku

apalah diriku, aku hendak berubah, namun tak tau apakah masih diterima atau tidak.\
keyakinanku memberi ruang untuk tetap optimis dengan kasih ilahi yang maha luas.
iblis dengan segala hasutan, akan kutepis dengan stigma kasih ilahi yang selalu mengiringi dosa-dosaku..
bukan berarti aku terus berdosa, namun aku tetaplah manusia buta, yang sedang berusaha berjuang untuk menjadi pejalan yang tidak tersesat dengan kebutaanku..
rasa yang menampung rahasianya, akan ku gunakan sebagai pembimbing dan peraba dikala semua terlihat kabur..

tuhan, aku ingin kembali seperti bayi.
aku ingin menjadi manusia fitrah dengan segala kelemahan dan kelebihanku.
bimbinglah aku, tuntunlah aku,,,,

Tanpa judul

bicara cinta dengan derita...

berpikir untuk memiliki cinta

namun ternyata hampa berakhir luka. .. ...

manusia dengan lantang bicara cinta,

namun luput dan memeluk seraka..

angkuh berhias nafsu,

bahasa pujian tak cukup obati derita..

pusaka cinta akan tetap bersemayam,

selama ikrar cinta belum dibuktikan dengan cinta.

karna bahasa yang terucap hanyalah ucapan gombal untuk pemuas dahaga nafsu

begitulah aku, kamu dan kita semua,

selalu mendandan cintanya dengan cerminan materi

akhirnya ambisi merajalela dalam kalbu...



refleksi aku manusia serakah.. Ary toteles

Selasa, 21 Juni 2011

Nusa Kura

Gunung huruano menjulang tinggi sebagai pasak bagi langit hatuhaha
Aliran sungai waelapia dan aumael jadi urat nadi kehidupan umat Muhammad
Titah para pandita jadi tarikh dunia akhirat

Makrifah kehidupan adalah adalah siyarat perjalanan
Tanupat para latu dan lebe sebagai symbol pelaksanaan titah
Hirarki masjid pertanda maqom
Moga sirri mencapai persinggahan akhir

Kitabu-kitabu mengajarkan mikraj para mukmin
Kami ikuti sesuai sabda para guru
Tebaran noktah di limah penjuru
Menyebar keselamatan bagi ummat Muhammad
Sebagai abdi bani adam kami menjalankan titah pandita
Sembah kami dengan mengikuti siklus nokotah noktah dari imam

Salamat salamat ummat Muhammad adzma’in.

Cinta ilahi

Kuburkan rasa segala rasa

Mainkan peran rahasia dalam diri

Cinta hadir tanpa diduga

Walau amal tak seberapa



Dunia adalah penghalang

Nafsu bermain di atas pundak keimanan

Cinta terinjak oleh harsat semu

Kebahagiaanpun menjadi sirnah dikemudian



Perang uhud saksi kepiawaian perang

Namun itu hanya isyarat untuk perang kedirian

Cinta akan kugapai setelah syahwat terperangi

Kemenanganpun menjadi indah di waktu depan



Cahaya ilahi tertancap menaungi kalbu

Cinta cinta semu tampak palsu

Dengan bashira kita membedakan segala sesuatu

Meraih cinta dengan cintanya jualah tempat kami berlabu

Hari Esok

membuka jalan untuk kehidupan.
jangan terkungkung dalam pikiran.
secercah cahaya rahmat ada di balik bongkahan hantu nafsu,
meneteskan air harapan untuk meruntuhkan kepongahan kebahagiaan palsu.
mesti tertatih menapak hari esokku
tetap teguh menapaki setapak yang telah ku tancapkan dalam kalbu
 inilah aku,
selalu bertahan dalam pendirianku,
takan lapuk oleh ejekanmu,
takan silau dengan tawaranmu.
karna ku yakin janji tuhanku
maka aku tetap berdo'a dan usaha untu capai ASA itu.
(ary toteles 19 /6/11)

refleksi mahasiswa yang tidak kunjung lulus


Aku, jika tidak kerja tugas kuliah, takut tidak lulus, takut diomelin dosen, dan bahkan perasaan itu begitu nyata bagiku.
kuliah memangkas waktu hidup dibangku kuliah, bergelut dengan masa depan tak pasti, hanya untuk selembar ijazah, namun anehnya kita begitu setia dan menekuni agar bisa mendapat pujian (penghargaan dengan standar nilai) dari kampus.
semua di kuras oleh fakultas dan materi-materi yang dirangkai oleh mahluk-mahluk hina. aku pernah berpikir, apakah aku terlahirkan untuk menjadi seorang insinyur? ataukah hanya untuk menghamba? pencipta segala maujud tidak pernah memaksa kita, bahkan karunianya selalu dahului oleh murkanya..apa pantas kita mengabaikan dia?

kadang terpikir olehku,bagaimana jika rahasia ilahi akan siksa neraka dan nikmat surgawi terlihat nyata (zahir maupun batin), oh aku tidak bisa membayangkan. rasa takut akan mahluk hina (dosen-dosen) saja begitu besar,apalgi kalau sudah bisa menyadari secara utuh keberadaan wujud? Rasa ini yangsulit terbayang, bahkan kata-kata terbatas untuk merangkai kedasyatan hal itu. oh penciptaku,maafkan hamba yang hina, hamba terperangkap dalam penjara lupa. mohon jadikan kita semua menjadi orangyang senantiasa mensyukuri hayat yang dikandung badan. dengan karuniamulah semua akan menjadi indah dan abadi. (. by Ary talaohu 08/06/2011)