Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Mencari Jejak Di alam

Saya Berenang di Samudra Kehidupan dan belajar menerjang setiap deruh ombak. sembari meneguk Hikmah hidup.

Sabtu, 26 November 2011

Ale Rasa , beta rasa

Ale Rasa, Beta Rasa....
ale saki didaging, beta rasa dihati...
sio sudara, mari manari pegang parang...
katong bicara ala kapitang....

sio satu pung dara su malele
biking katong mau cakalele
lapas sudah dong  jang pele
biar basudara kasi ancor lele....

ale rasa, beta rasa

Jumat, 25 November 2011

aku.... antara khayalan dan Perasaan

khayalku : Seberapa besar cintamu pada dunia dibandingkan kekuatanmu melepaskannya?

rasaku : yang sedang ku pelajari bagaimana melepaskan cinta pada dunia..

khayalku : upaya apa yang kamu sudah lakukan?

rasaku : belum ada apa-apa, aku baru mampu merasakan betapa dunia ini rapuh, dan kehidupanku hanya sementara.. maukah kamu (khalayalku) mendukung aku berpikir tentang kejelekan dunia?

khayalku: tergantung kemana indra melangkah, disitu aku merangkum. kamu (rasaku) yang menilai..

rasaku:  benar juga, tapi alangkah baiknya jika kita persiapkan bekal untuk perjalanan berikutnya. maukah kalian mendukung aku?

khayalku:  cinta dan tidaknya tergantung kamu (rasa) dan indra.. aku(khayal) hanya menyimpan apa yang diterima indra dari alam. indra melihat, kamu (rasa mempresepsikan, kapanpun kalian mau memanggil simpanan (pengetahuan yang terekam) aku akan memberi. jadi kita berdua sama-sama punya tugas, tinggal dalam tubuh, indra yang berhubungan dengan dunia. kita butuh kerja sama untuk memproteksi masukan-masukan indra ke dalam akal...

rasaku: asal kamu bisa kerja sama, rumah kita (tubuh) akan utuh..:-)
 
Bersambung....... (ary toteles, kaki gunung merapi)

Aku Berdebat Dengan Iblis

Ary Toteles...

Ini berawal dari salah satu forum disitus jejaring social , aku di undang seorang teman diforum filsafat. Forum tersebut hanya dikhususkan untuk  “Filsafat Dan Logika”. Berhubung aku sangat berminta dengan wacana filsafat, maka akupun bergabung.
Disana (forum) Pikirku ternyata banyak juga peminat filsafat di Indonesia. Sebelum masuk forum tersebut, dalam benakku bahwa “filsafat “ dimata anak bangsa Indonesia hanyalah omongan sampah yang tak punya peminat. Namun setelah masuk bergabung disitu, cukup banyak manusia Indonesia yang “menekuni filsafat”.
Keberagaman aliran filsafat yang dianut anggota group jadi factor terpenting mendorong dinamika forum tersebut. Banyak tema yang yang coba diangkat dalam forum itu, namun sebagian besar membahas eksistensi tuhan. Mmmm pembahasan yang pelik…
Sempat terlintas Dalam benakku, apa agama orang orang ini?  Maksudnya, ternyata masih banyak manusia yang tidak puas dengan kata “tuhan”. mereka menggugat konsep konsep ketuhanan. Apakah ini seuatu ketidak puasan terhadap “kaum teolog” atau memang manusia tidak suka dengan adanya tuhan? Mmmm, resah, tapi kusadar kalau ini forum filsafat. Sudah menjadi hal biasa berimajinasi sampai mendekonstruksikan nilai atau konsep-konsep yang sudah mapan. Inilah corak pemikiran yang sedang berkembang dizaman kita ini. Bisa dibilang zaman postmodern yang cirri khasnya adlah mempertanyakan kembali (dekonstruksi) konsep yang sudah mapan diera modern. Hematku ,Ini merupakan satu bentuk kritik terhadap wacana modernitas yang dinilai tak mampu menjawab krisis spiritual serta matinya kemanusiaan. Salah stau pelopor post moden adalah nietzhe yang terkenal dengan pernyataannya bahwa “Tuhan telah mati”.
Setelah lihat lihat tema yang ditawarkan diforum tersebut, aku tertarik dengan salah satu topic digroup itu. Kurang lebi begini pertanyaanya:  “apakah tuhan itu ada”?bagaimana dengan gugatan iblis terhadap tuhan bahwa jika adam berdosa atas hasutanku? Lantas atas hasutan siapa aku menggoda adam?
Pernyataan ini sebenarnya maslah klasik didunia filsafat. Dieropa pada abad pertengahan, arus besar pemikiran manusia (filsafat) berkutat pada wacana eksistensi tuhan dan eksistensi manusia.  Pergulatan antara “teosentris” VS “antroposentri” menjadi tema besar dalam sejarah eropa di zaman itu. Hingga mencapai puncak pada Renaisance.
Menurutku, disini sebenarnya titik kritik ketuhanan, karena para pelaku agama mengatas namakan tuhan untuk mengeksploitasi sesame manusia. Ketidak puasan atas pembunuhan sisi kemanusiaan yang mendorong perdebatan panjang dalam sejarah pemikiran manusia yaitu antara agama dan filsafat.
Lantas bagaimana dnegan perkembangan pemikiran didunia timur?
Tak bisa dipungkiri, arus peerkembangan filsafat dari dunia barat sangat berpengaruh terhadap peradaban timur. Pasca revolusi perancis, kemudian era renaissance dan aufklarung, banyak Negara-negara asia merdeka. Semua itu tak lepas dari arus besar pemikiran eropa. 
Kembali ke tema utama yang hendak kubahas bahwa, “apakah tuhan itu ada”?bagaimana dengan gugatan iblis terhadap tuhan bahwa jika adam berdosa atas hasutanku? Lantas atas hasutan siapa aku menggoda adam? Pertanyaan ini bagi sebagian orang khususnya kaum teolog murni, dianggap pertanyaan yang sesat bahkan tak berguna, namun bentuk pertanyaan seperti ini yang perlu kita diskusikan dan kaji lebih jauh. Hemat saya, hadirnya pertanyaan seperti itu adalah satu tantangan bagi agama untuk kemudian melawan arus besar pemkiran “ manusia”. Bersandar pada kitab suci, namun sejauh mana mampu kebenaran agama monoteis tersebut. Munculnya pertanyaan seperti itu tak lepas dari situasi sosial. Contohnya  di indonesia sebagai negara berasas pancasila dan berketuhanan yang maha-esa (agama) masih banyak terjadi tindakan “kriminal (teror, separatis, dll)” yang mengatas namakan agamana. Dalam kondisi seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap kebenaran agama sebagai sumber “kedamaian dan keselamatan” malah melahirkan teror dan ketidak nyamanan pada manusia. Disinilah sebenarnya tantangan kita sebagai manusia “beragama dan bangsa berbudaya” untuk bagaimana membumikan nilai nilai perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Hahaha sok nasionalis mode on..hahah
Sudah pasti pembaca bertanya, kenapa saya mengambil Judul “aku berdiskusi dengan Iblis”? padahal tulisanku hanyalah deskripsi perjumpaanku dengan teman-teman diforum flsafat. Lantas korelasinya dengan komunikasi interaktif dengan iblisnya diamana? Dan apa sebenarnya iblis yang ku maksud?
Sebagai seorang muslim yang percaya dengan eksistensi tuhan, saya juga ingin mengajukan pemikiran saya terkait pola pola pertanyaan dekonstruktif seperti pertanyaan diatas. disatu sisi, ku anggap satu ancaman serius bagi kalangan umat muslim. terutama bagi kalangan intelektual yang suka bergelut dalam dunia filsafat. Kenapa para intelektual?  karena kecendrungan kaum intelektual muslim dalam mempelajari filsafat banyak mengacu pada corak pemikiran barat. disisi lain, upaya kaum teolog menutup diri dari serangan pernyataan  filosofis seperti ini. Alih-alih paranoid dengan perdebatan kaum mu’tazila dengan para teolog diabad 7 hijriah. Dimana filsafat dinilai sebagai produk yunani dan notabenenya adalah kaum kufur. Mmmm.. kalo sudah ada kata “kuffut” pasti diindentikan dengan hasutan iblis.. mmmm.. bingung deeh..hahaha... dari kaum filusuf, hendak meniadakan tuhan,,, dari kalangan awam yakin akan keberadaan tuhan, tapi mereka lebih yakin kalo iblis lebih dekat dengan mereka... hahahahhaha dikit dikit iblis, dikit dikit iblik..hahah...lantas iblis itu apa? Segalanya diidentikan dengan iblis, padahal iblis pun tidak nyata.. apakah hanya oposisi binner antara kebaikan (tuhan) dan kejehatan (iblis)?? Hahaha

Bersambung......................

Kamis, 17 November 2011

Antara Tuhan dan Angka NOL

tuhan : kata orang islam, tuhan itu tak berawal dan berakhir, dia diluar ruang dan waktu..

Nol : kata orang matematika, angka nol secara bentuk (geometrik angka/bilangan) tak punya awal dan akhir.

tuhan:  tuhan memberi segala sesuatu kepada mahluknya, kepunyaan dia tidak berkurang.

Nol : Nol jika dibagi dengan angka berapa pun (kecuali Nol) hasilnya tetap nol, artinya tidak berkurang dan tidak bertambah.

Tuhan : derajat hamba (mahluk) dinilai bergantung amal ibadah (kedekatan) kepada tuhan.

Nol : jika angka dibelakang koma (kedekatan dengan Nol) akan bertambah nilainya (0,001), semakin dekat (0,01) akan lebih bertambah nilainya. (10)..

Tuhan: aku ada, namun kebanyakan mahlukku menganggap aku tidak ada (secara materi/alam indra).

Nol : angka nol sering dibilang "kosong"(tidak ada), bukan berarrti "tidak bernilai" (ada).. 

Tuhan : jika mahluk dihadapkan denganku, maka dia akan hancur lebur (contoh jibril disaat isra mi'raj nabi)

Nol : jika dikalikan dengan angka berapapun, akan tetap sama dengan NOl

Tuhan : jika mahluk ingin melebihi tuhan, tak akan sanggup.karna kekuatan tuhan "tak terhingga"..

NOL : jika angka berapapun (kecuali nol) dibagi dengan NOL, hasilnya tetap tak terhingga (~)...

apakah filsafat matematika sedang mengajarkan kita untuk mengenal tuhan??

Kamis, 21 Juli 2011

Kau


Kau yang terindah
kau yang terbaik
kau yang agung


kau yang tak pernah kutatap wajahnya
kau yang tak pernah ku jamak
kau yang tak pernah ku sentuh
kau begitu nyata dan tak nyata


kau yang tak pernah ku kenal
terasa dekat

kau bertanya tentang sebuah harapan
ku jawab dengan diam.
bukan ku tolak,tapi itulah jawaban.


bahasa yang kau ucap, sudah ku dahului 
ku berharap permintaanmu bukan lelucon yang kau mainkan.

sampai ketemu di akhir masa pencarian, kalau tuhan berkenan aku pasti menuai permintaanmu..


jazzakallah khairan.


Kaulah Nur yang ku bicarakan. :-)


by ary toteles

Kamis, 14 Juli 2011

Budaya HIP HOP

hip hop.... musik kesukaanku,,,,, hahaha

selain irama nya yang asik, aku juga suka syair syair hip hop yang sangat jujur mengangkat realitas sosial. hip hop bagiku adalah salah satu budaya anak bangsa yang harus dikembangkan. harapanku budaya hip hop bisa jadi fungsi kontrol terhadap pemerintah. dari beberapa lagu hip hop, sangat kelihatan budaya kritis yang berkembang dilingkaran mereka. tidak terkesan hedon, namun cukup realistis dari segi liriknya..

jadi pengen bikin lagu juga nie kayanya,, hahahaha.. ah udah pernah nyoba, tapi susah bangat ngikuti flow lagu lagu repp. mmm... aku harus puas jadi pendengar.. insya allah, kalau dah ane terus belajar supaya bisa, walau jadi amatiran ane sudah sangat puas.. hahahhahaa..

Selasa, 12 Juli 2011

Wanita wanita yang pernah kusakiti

Maaf atas segala khilaf
nafsu mengiris cinta menjadi syahwat
gemgam mesrah ku jadikan renggang
sapa rayumu ku anggap pemicu naluri kebinatanganku

maafkan aku atas kebodohanku
ku bicara atas nama keimanan
ku bertindak dengan sabda syahwat
nafsu menjerumuskan rasio kedalam lubang  kehinaan

Ini bukan alibi,
ini ungkapan hatiku dengan segala kehinaan
entah sampai kapan aku harus menjadi pecundang
moga kalian bisa menerima maaf ku.

dengan segala kearifan ku junjung
segala kehinaanku kalian lebih tau
bunga rampai bujukan syaitani ku kalian sudah rasakan
aku mohon maaf lahir dan batin atas kebinatanganku...

(Ary Toteles, 12 juni 2011)

Minggu, 10 Juli 2011

EKONOMI HITMEN




BERI  TAHU  TEMAN-TEMAN  YANG  MENCINTAI  NKRI

Pengakuan Perusak Ekonomi Negara Berkembang
Dari: Democracy Now

Semoga transkrip wawancara berikut bermanfaat bagi pembelajaran kita yang peduli akan ekonomi Indonesia. Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara- negara miskin di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. (berikut transrip wawancaranya).

Setyo Budiantoro (Bina Swadaya)
----------------------------------------------------------------------------------


John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan "anggota perusak ekonomi" (Economic Hit Men:EHM) - seorang profesional yang dibayar mahal untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar. (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku dengan judul, "Conscience of an Economic Hit Men."
Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara, mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan. Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami para perusak ekonomi (Economic Hit Men), telah gagal mempengaruhi Roldós dan Torrijos, dan para perusak "jenis yang lain" yaitu CIA-"serigala pengeksekusi" yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.
John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk menulis lagi: invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau sogokan selalu membuat saya berhenti."
Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya. Buku ini diberi judul "Confessions of an Economic Hit Man". John Perkins bersama kami di studio Firehouse.
John Perkins, dari 1971 hingga 1981 ia bekerja pada perusahaan konsultan internasional `Chas T. Main' dimana ia menjadi "economic hit man." Ia penulis buku yang barusan terbit yaitu Confessions of an Economic Hit Man.


AMY GOODMAN: John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse.
Selamat datang di Democracy Now!

JOHN PERKINS: Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.

AMY GOODMAN: Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke, jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., seperti halnya Anda menamakannya.

JOHN PERKINS: Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa, merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita, dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir.
Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melalui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para "economic hit men". Saya adalah salah satu bagian utama dari hal itu.

AMY GOODMAN: Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?

JOHN PERKINS: Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960- an oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata, tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta. "Economic hit man" yang pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu pemerintahan Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu sukses, tanpa ada darah yang tumpah - atau mungkin sedikit- tapi tanpa intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa mengganti Mossadegh dengan seora ng Shah dari Iran.
Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlah baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agen CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu, dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka tak ada hubungannya dengan pemerintah.

AMY GOODMAN: Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.

JOHN PERKINS: Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T. Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu ---katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara seperti Indonesia atau Ecuador--- negara-negara itu akan memberikan kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar (Halliburton atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun sistem kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para orang-orang kaya di negara-negara itu.

Rakyat miskin di negara-negara itu akan tetap saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin dapat dibayar. Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke Ekuador dan tinggal menuntut, "Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu, maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang dipenuhi minyak." Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah imperium. Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini benar-benar keberhasilan luar biasa.

AMY GOODMAN: Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa--- apakah sogokan itu Anda terima?

JOHN PERKINS: Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-an untuk tidak menulis buku ini.

AMY GOODMAN: Dari?

JOHN PERKINS: Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.

AMY GOODMAN: Yang mana?

JOHN PERKINS: Bicara secara legal, ini bukanlah.. -- Stone-Webster. Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.. – saya dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya jelaskan dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah – saya adalah - itu mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan mereka, saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka mengetahui bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yang pada saat itu saya beri judul "Conscience of an Economic Hit Man." Dan saya harus mengatakan pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa - ini nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya -

AMY GOODMAN: Tentu, itulah tentunya isi buku itu.

JOHN PERKINS: Iya, dan saat itu,... kamu tahu? Dan ketika saya direkrut NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan. Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Mereka menggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu sex, kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluarga Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya, dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh "candu" sex, uang, dan kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai dan terbujuk.
Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan menuntut perubahan.

AMY GOODMAN: Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Anda mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut.
Jelaskan.

JOHN PERKINS: Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Saya mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPEC menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kita antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 - depresi besar ekonomi- ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka - Departemen Keuangan (the Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami ..

AMY GOODMAN: Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men = EHM.

JOHN PERKINS: Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya, kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan Amerika (U.S. government securities). Departeman Keuangan menggunakan bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru- dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah berhasil melakukannya.
Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan "serigala-serigala" (the jackals). "Serigala-serigala" itu adalah CIA, dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan operasi pembunuhan atau mencobanya.
Pada kasus Irak, mereka tak mampu menjangkau Saddam Hussein. Ia mempunyai---- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh, berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika economic hit men dan the jackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu adalah orang-orang kita dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah kita kerjakan di Irak.

AMY GOODMAN: Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?

JOHN PERKINS: Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telah menandatangani Perjanjian Kanal (the Canal Treaty) dengan Carter -- dan, kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di Panama itu.
Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior council adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita yang menarik-apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar negeri dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos – mencoba menegosiasi kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.
Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yang mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder yang meledak bersamanya, dimana ---- Saya ada di sana (Panama). Saya sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men) telah gagal. Saya tahu para "serigala-serigala" (the jackals) sedang mendekati dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah "sanksi" dari CIA, dan sebagian besar - para investigator Amerika Latin mempunyai kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di negara ki ta (Amerika).

AMY GOODMAN: Lalu, dimana - kapan Anda mengubah pandangan Anda?

JOHN PERKINS: Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, sex, kekuasaan, dan uang, sungguh terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu juga kelanjutannya.

AMY GOODMAN: Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?

JOHN PERKINS: Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat), saya berubah pandangan.
Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong, sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.

AMY GOODMAN: John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions of an Economic Hit Man.

===================================================================

[1] Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya - Jakarta), dari wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now (Amerika).